Laman

Kamis, 28 Juli 2011

Sajak 'Antara'

(menikmati ratusan atau mungkin ribuan rintik hujan yang jatuh kala sore itu. Dibaliknya bersandar pecundang muda dgn memegang tali kekang nada. Jgn kira dia pejuang, apalagi pahlawan? Mencoba mencari tahu kebenaran dibalik kesesatannya.)


Dia mengambil alih kendali
Trpikirkan begitu pelik dan mesranya hubungannya, kadang.
Hubungan antara kamu, Dia dan aku.

Adakah Dia slalu ada dan menemani aku dan kamu?
Bahkan disaat kamu kucumbu?
Kadang trpikir untuk membawa durjana dalam benak.
Mengalir trbawa dan memudar trtepis.

Sekarang berubah.
Kamu, surga dan nerakaku.
Bak malaikat pelintas jiwa2 kekal yang tlah menetapkan pilihan jauh sebelum itu.

Brtanyalah, adakah kau benar jadi pendamai?
Seketika mereka hendak memaksaku, mengantarkanku kelembah kenistaan abadi?

Sejauh nurani menajam, pesona ke-kau-anmu, baik begitu adanya.
Mengawasi setiap hasrat yang mengalir memenuhi haus labirinku.

Biarlah, nazar-Nya mengisi selongsong penuh waktu.
Indah waktunya, segala sesuatunya.
Entah sampai kapan dan slalu bisa kunikmati
Untaian sabda teman penghibur.

Dia adalah anugerah trindah kembara hati.
Menjalani, menghinggapi puluhan bahkan ratusan hati.
Mungkin juga jawaban buat pertanyaan kasih dan sayang yang kau suka.
Bukan juga cinta, karena tak kau suka.

Tak pernah kurasakan nuansa roman merah jambu atau bisa jadi ungu.
Sambutan tangan, sorotan mata, lesung2 yang menempel di pipi, pasrah merekah bibir para hawa.
Hadiah yang tak pernah hadir dalam perjalanan menelusuri lorong waktu.

Dan, ...

Baiknya ku berhenti dulu
Dan meneruskan perjalananku
Membuat prtanyaan baru atau hanya sekedar menjemput yg lalu2
Sore sudah brganti rupa
Semuanya keliatan gelap
Percuma memaksa sipenari tinta beraksi diatas kanvasku
Lain waktu akan kuteruskan tarian itu
Slalu dan akan slalu brtanya, "ada apa antara kamu, Dia dan aku?"

24.07.2011 @sekre