Buat sgala yang sudah terukir
Dia mengingatkan akan pentingnya kesederhanaan bagiku
Begitu manis
Wajahnya selalu membayangi sisi-sisi duniaku
Sebentar menoleh kepadaku
Begitu manis
Kulit hitamnya menegaskan pendiriannya
Bahwa dia akan slalu berdiri tuk nikmati sisa hidupnya
Tak akan layu sebelum berkembang
Ntahlah dia memikirkanku?
Tapi bagiku itu bagian yang terlalu penting
Ada goresan wajah yang slalu membuatku tersenyum
Begitu manis
Begitulah dia
Slalu menghantuiku belakangan ini
Menakutkan buat kenyataan di depan mata
Penyesalan slalu datang belakangan
Kadang ku bertanya dalam hati
Bergunakah ratapan-ratapanku padanya?
Bisikan demi bisikan mengalir tak terbendung
Tuk sampaikan kebenaran yang menyejukan jiwaku
Sebenarnya ku ragu benarkah ini rasa itu?
Slalu begitu
Lenyap di makan masa-masa
Hingga berakhir begitu datar begitu sunyi hingga tak terdengar lagi
Tapi setidaknya sejarah hidupku telah mencatatkan namanya
Nama buat pribadi yang begitu manis
setidaknya sampai berujung pada kata ini