Laman

Selasa, 24 Agustus 2010

Begitu Manis

Buat sgala yang sudah terukir

Dia mengingatkan akan pentingnya kesederhanaan bagiku

Begitu manis

Wajahnya selalu membayangi sisi-sisi duniaku

Sebentar menoleh kepadaku

Begitu manis

Kulit hitamnya menegaskan pendiriannya

Bahwa dia akan slalu berdiri tuk nikmati sisa hidupnya

Tak akan layu sebelum berkembang

Ntahlah dia memikirkanku?

Tapi bagiku itu bagian yang terlalu penting

Ada goresan wajah yang slalu membuatku tersenyum

Begitu manis

Begitulah dia

Slalu menghantuiku belakangan ini

Menakutkan buat kenyataan di depan mata

Penyesalan slalu datang belakangan

Kadang ku bertanya dalam hati

Bergunakah ratapan-ratapanku padanya?

Bisikan demi bisikan mengalir tak terbendung

Tuk sampaikan kebenaran yang menyejukan jiwaku

Sebenarnya ku ragu benarkah ini rasa itu?

Slalu begitu

Lenyap di makan masa-masa

Hingga berakhir begitu datar begitu sunyi hingga tak terdengar lagi

Tapi setidaknya sejarah hidupku telah mencatatkan namanya

Nama buat pribadi yang begitu manis

setidaknya sampai berujung pada kata ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar